
GARIS-GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI
I. PENDAHULUAN
Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar adalah asset pembangunan masyarakat daerah dan ummat, juga bagian internal mahasiswa atau generasi muda yang mampu mewujudkan cita-cita nasional, maupun mengantisipasi setiap perkembangan dan tantangan segala aspek kehidupan. Bahkan harus sanggup memberikan kontribusi pemekiran yang cerdas terhadap pembaangunan dan akurat serta kritis terhadap permasalahan.
Berdasarkan pemikiran tersebut hendaknya system dan mekanisme pengkaderan Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar, dilakuakan secara terencana, terpadi (intregrad) yang di kelola secara professional. Untuk itu perlu penyusunan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi sebagai pedoman bagi perkembangan organisasi secara prospektif.
Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) merupakan kerangka dasar untuk memberikan arah dan tujuan, serta menjaga keseimbangan kerja organisasi . dengan tujuan mewujudkan kondisi yang dinginkan dalam periode, sehingga secara bertahap dapat merealisasikan tujuan Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar sebagaimana termaktub didalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
II. LANDASAN DAN SISTEMATIAKA
Garis-Garis Besar Haluan Organisasi Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar disusun mengacu pada landasan sebagai berikut.
a. Landasan Spiritual : Al-Qur’an dan Al-Hadits
b. Landasan Idiil : Pancasila dan tujuan IM3-Makassar
c. Landasan Konstitusional : AD/ART IM3-Makassar
d. Landasan Operasional : GBHO dan Program Kerja
Indikasi tersebut diarahkan pada produktifitas kerja kelembagaan yang dalam rangka implementatif. GBHO disusun dengan sistematika sebagai berikut :
1. Pendahuluan
2. Landasan dan sistematika
3. Sasaran
4. Arah dan strategi
5. Modal dasar dan harapan
6. Pola dan tahap
7. Penutup
III. SASARAN
Untuk mewujudkan tujuan Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar, hari ini dan yang akan dating, maka GBHO mengarahkan semua aspek produktif keorganisasian dengan sasaran :
a. Mengembangkan potensi dasar, anggota Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar, agar secara intensif mengaktualisasikan diri sebagai mahasiswa, baik dalam lembaga pendidikannya dan internal organisasi, terutama dalam masyarakat, sebagai internalisasi visi insane.
b. Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar mengarahkan pribadi-pribadi sebagai insane individu untuk bermaysarakat, dalam satu warna kedaerahan yang pluralistic atas dasar ikatan melalui wadah spesifik untuk konsisten menegakkan wadah keislaman.
IV. ARAH DAN STRATEGI
1. Arah
Pengembangan organisasi jangka panjang dilaksanakan sebagai konsekuensi perwujudan Ikatana Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar yang dilaksanakan secara bertahap dan kesinambungan. Mengacu pada sasaran adalah tercapainya tujuan secara produktif dengan landasan organisasi yang propesional demi kelanggengan organisasi dan tumbuh secara mandiri. Titik berat pencapaian tujuan organisasi berdasarkan program-program prioritas, maka perlunya formulasi perangkat-perangkat structural guna mendukung penyelenggaraan pengkaderan anggota Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar secara efektif.
Indikasi realitas dari pelaksanaan kerja organisasi berdasarkan Program Pengembangan Organisasi (PPO) dan Program Pengembangan Anggota (PPA) menjadi arah pengembangan organisasi dalam konteks konselidasi secara strategis mendukung implementasi kinerja kelembagaan. Konsekuensi pencapaian tujuan melalui program-program jangka panjang atau jangka pendek adalah kebijakan operasional, sehingga arah pengembagan dan pembinaan perlu meiliki strategi yang tepat.
2. Strategi
Untuk mencapai tujuan Ikatan Mahassiwa Muslim Manggarai (IM3) Makassar, maka akselarasi pelaksanaan program yang terarah melalui strategi pelaksanaan kebijakan operasional yaitu :
a. Strategi konsilidasi
Melalui proseskonsilidasi, maka program kerja yang sistematis telah diarahkan pada pencapaian Ikatan Mahassiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar. Indikasinya pada konsilidasi internal administrative dan konsilidasi eksternal praktis operasional yang sejalan dengan kebijakan makro. Konsilidasi dilakukan untuk mewujudkan pengembangan dan pembinaan organisasi, disamping mengarahkan secara prioritas pada visi organisasi.
b. Strategi konsilidasi
Melalui strategi koordinasai, deiarahkan pada kinerja-kinerja praktis mikro, baik secara structural maupun yang mengarah pada kebijakan fungsional terhadap kelembagaan internal organisasi lain (seperti : badan khusus organisasi). Dengan demikian strategi ini menjadikan acuan praktis untuk melakukan konselidasi prospektif, baik internal organisasi maupun eksternal organisasi.
c. Strategi koperasi
Strategi ini dibutuhkan oleh karena kemajuan orgaisasi membutuhkan kerja sama, baik dalam bentuk program kerja maupun kerja sama dalam bentuk pengambilan keputusan serta sikap kritis dan keberpihakan moral.
Aspek kerja sama menjadi focus perjuangan dana pengarah pada fungsionalisasi kinerja organisasi berdasarkan job description, serta melalui kerja sama mendorong anggota respoek terhadap pengembangan dan pembinaan orgnisasi.
V. MODAL DASAR DAN HARAPAN
Modal dasar pengembangan organisasi yang dimiliki Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar adalah :
a. Tujuan berdirinya Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar yaitu :
1. Untuk menghimpun semua mahasiswa muslim manggarai yang berdomisili di Makassar agar membangun kebersamaan yang rukun dalam meningkatkan kualitas keilmuan universal.
2. Bercita-cita mewujudkan persatuan dan kesatuan mahasiswa dalam semangat Ukhuwah Islamiyah demi terwujudnya ummatan wahidah sebagai konsekuensi logis dari komitmen keummatan.
3. Berdasarkan kesadaran moral religious, ideologis dan berpikir rasional ini tidak hanya rukun dalam berjuang menjadikan ummat yang satu, lebih dari itu berobsesi sebagai wadah yang bersemangat ummatan wasotan.
b. Sumber daya Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar yang berkualitas mahasiswa :
• Dimensi social, adalah lembaga apresiasi kinerja organisasi sehingga merupakan keharusan moral untuk melakukan control social dan menyusun strategi pembangunan kehidupan social yang bercita-cita moral demi terwujudnya civil society.
• Dimensi ekonomi, berkaitan dengan sumber daya dana organisasi yang harus dikelola berdasrkan kebutuhan, minimal mengakses modal atau kebijakan ekonomi mikro untuk mengaplikasikan system pembelajaan anggaran organisasi.
• Dimensi budaya bersifat inheren dengan sikap mental mahasiswa yang mengedepankan sikap apatisme dalam upaya membina diri dalam kecendrungan mental enak akibat dari kelemahan historical injection.
Harapan dan cita-cita terwujud melaui konsistensi moral dalam menjalankan amanah organisasi, juga desai program kerja yang benar-benar berorentasi pada prinsip keilmuan. Visi kehadiran Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar sebagai wadah pengembangan dan pembinaan oleh karena ada harapan yang dipatri. Harapan itu sangat ideal dan prospektif, akan tetapi dapat dikalkulasikan melaului para meter keberhasilan pengkaderan dengan tetap memperhatikan aspek-aspek signifikan dari visi organisasi.
VI. POLA DAN TAHAP
Garis-garis besar haluan organisasi (GBHO) merupakan kerangka dasar yang dijadikan pengembangan pola organisasi (jangka panjag), yang secara operasionala menjadi landasan dalam penyusunan tahap pembinaan organisasi jangka pendek. Dalam hal ini, pelaksanaan program yang berjenjang memiliki prioritas sebagai titik berat akselerasinya, sehingga pola pelaksanaannya meliputi :
1. Konselidasi wawasan organisasi
Konseledasi wawasan organisasi dimaksud untuk meningkatkan kualitas diri kader Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar disamping mengasah pemahaman , pendalaman penghayatan serta kesadaran untuk mempunyai sense of belonging, sense of responsibility, and sense of morality.
2. Konsoledasi pengkaderan
Konsilidasi pengkaderan adalah usaha yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berorganisasi dengan memahami relevansinya bagi pembinaan dan pengembangan kinerja kelembagaan Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar, konsolidasi wawasan organisasi agar anggota mampu mengapresiasi prinsip keislaman keilmuan, kebangsaan sekaligus entitas penting dalam pengkaderan anggota Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar
3. Konsolidasi peningkatan kualitas kader
Kualitas kader adalah asset organisasi yang harus dipersiapkan dengan konsekuensi indicator bahwa kualitas iman, ilmu dan amal salehmenjadi keharusan membina kader Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar yang professional loyal dan kreatif. Konsekuensi logisnya bahwa dalam aktualisasi diri sebagai kader terwujud komitmen. Akhlakul karimah, konsistensi nilai perjuangan, integral antara etos etos belajar dan etos kerja dapat menjewantahkan dalam bentuk pengabdian social, baik secara personal maupun kolektif.
Melalui pola inilah peningkatan kualitas kader Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar diawali dengan rekrutmen yang bersifat konsolidasi sense of belonging. Demikian juga membangun kesadaran keilmuan melalui sense of responsibility., dan mampu mengapresiasi dalam konteks pengabdian dengan optimalisasi sense of creativity. Serta menumbuhkan kemampuan praktis agar pengabdian dalam kondisi yang kompleks dengan menempatkan secara proposional kualifikasi kader sebagai akselerasi kinerja pengkaderan kepada proses pencapaian tujuan Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar. Tahapan pengembangan organisasi dan pembinaan kader, sebagai berikut :
Jangka pendek pertama dengan sasaran utama
Terintegrasinya proses konsolidasi wawasan anggota Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar, secara spesifikasi fungsionaris badan pengurus, sehingga implementasi selanjutnya terhadap anggota dapat berjalan dengan efektif. Disamping melakukan usaha-usaha kekaryaan dalam pengembangan wawasan yang mengacu pada kebijakan mikro pada bidang tersendiri yang sasarannya sebagai indikasi intelektual kader.
Jangka pendek kedua dengan sasasran utama :
Terciptanya konsolidasi peningkatan kualitas kader melalui aktifitas kelembagan praktis disamping sebagai pembobotan wawasan organisasi juga kegitana pengkaderan harus dilakukan dengan memperhatikan kecenderungan dan kebutuhan anggota Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar dari setiap periode. Konsekuensinya setiap kader mampu mengapresiasikan diri sebagai hamba Allah juga aktualisasi diri sebagai warga Negara, serta potensi insane pencari ilmu. Kesinambungan antara pengembangan wawasan berorganisasi melalui pengkaderan agar intelektualsasi, profesionalisasi, dan kesadaran moral kader tetap kongruen dengan visi organisasi.
Jangka pendek ketiga dengan sasaran utama :
Terciptanya peningkatan kualitas kader secara merata bagi seluruh anggota Ikatana Mahasiswa Muslim Manggarai (IM3) Makassar, disamping memperhatikan kualitas unggulan dari anggota untuk dikembangkan sebagai physoligy of motivation. Hal ini didukung oleh pola rekrutmen, pembinaankesadaran moral dan motivasi pengabdian kader yang paripurna. Sementara itu, kesinambungan konsilidasi wawasan organisasi dan pengkaderan jalan terus sebagai factor pendukung berjalannya organisasi dna kontinyuitas akselerasi kebijakan makna organisasi.
VII. PENUTUP
Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) memuat pedoman dasar bersifat konsepsional, sehingga, bila di anggap perlu diadakan penyempurnaan dan penjabaran GBHO lebih lanjut dalam program kerja. Untuk memudahkan implementasi dan akselarasi program kerja disamping itu, mudah dipahami, sistematis integral, maka dilengkapi program kerja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar