BAB II
PEMBAHASAN
BENDA-BENDA PENINGGALAN BERSEJARAH
A. Pengertian benda-benda bersejarah dan Sumber Sejara
Benda-benda bersejarah adalah peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas manusia di masa lampau yang memiliki nilai sejarah. Dan ada yang masih digunakan oleh manusia pada masa kini.
1. Sumber Sejarah
Ada tiga macam sumber sejarah yaitu :
Sumber Lisan adalah keterangan berupa ucapan atau perkataan dari orang-orang yang mengalami langsung atau menjadi saksi langsung dari peristiwa tersebut.
Sumber Tertulis adalah sumber yang berupa prasasti-prasasti, dokumen, naskah.
Contoh : Naskah proklamasi kemerdekaan.
Sumber Benda adalah sumber yang berupa peninggalan-peninggalan sejarah atupun benda-benda budaya seperti kapak, gerabah, perhiasan, manik-manik, nekara, dan candi yang di hasilkan oleh manusia dimasa lampau. Baik yang terbuat dari batu maupun logam.
Contoh : kapak logam, candi Borobudur, dan sebagainya.
Sejarah tidak dapat di pisahkan dari fakta karena sejarah tanpa fakata hanya akan menjadi dongeng.
Kurun waktu sejarah dibagi menjadi dua yaitu :
a. Zaman Prasejarah
Zaman prasejarah adalah zaman sebelum manusia mengenal tulisan, zaman ini juga disebut Nirleka. Zaman prasejarah di perkirakan pada abad ke IV Masehi atau sekitar tahun 400-an, setelah ditemukannya sebuah sumber tertulis dari kerajaan Kutai. Sumber tertulis tersebut di temukan pada sebuah yupa yang berisi peristiwa yang terjadi di kerajaan kutai.
Sumber utama zaman prasejarah sumber-sumber benda, seperti fosil manusia, peralatan berburu, peralatan pertanian, peralatan rumah tangga.
b. Zaman sejarah
Zaman sejarah adalah Zaman dimana manusia telah mengenal tulisan. Bukti dari zaman ini ditemukannya peninggalan tertulis . Setiap daerah memasuki zaman sejarah berbeda-beda. Contohnya Indonesia diperkirakan telah memasuki zaman sejarah sejak abad ke-4 Masehi saat tulisan yupa dibuat.
Menurut para ilmuan sejarah, cepat tidaknya suatu kelompok masyarakat memasuki zaman sejarah tergantung dari tinggi atau rendahnya tingkat kebudayaan yang mereka miliki, semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat semakin cepat manusia mengenal tulisan.
2. Jenis-Jenis Peninggalan Sejarah
Jenis-jenis peninggalan sejarah yang berhasil ditemukan di Indonesia yaitu :
1. Tulisan
a. Prasasti
Prasasti sering disebut juga batu bertulis. Prasasti biasanya menulis peristiwa-peristiwa penting yang dialami suatu kerajaan. Tujuannya adalah mengabadikan peristiwa penting yang dialami raja atau kerajaan.
Adapun prasasti-prasasti yang ada di Indonesia adalah :
Prasasti Adityawarman, terdapat di Sumatra Barat di daerah Batusangkar. Batu nisan ini mempunyai tahun 1356 dalam bahasa melayu kuno bercampur dengan bahasa sansekerta.
Prasasti Ciaruteun, terdapat ditepi sungai Cisadane Bogor jawa Barat. Prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara. Pada prasasti ini terdapat bekas telapak kaki raja Purnawarman.
Prasasti Mulawarman, terdapat di Kalimantan Timur. Prasasti ini merupakan peninggalan kerajaan Hindu Kutai, prasasti ini menggunakan huruf Palawa.
Prasasti Yupa, terdapat di Kalimantan Timur dan prasasti ini merupakan prasasti tertua di Indonesia. Prasasti Yupa ada sejak tahun 500 Masehi.
Prasaasti Telaga Batu, terdapat di Palembang.
b. Naskah Kuno
Naskah kuno merupakan dokumen-dokumen yang berisi informasi di zaman dulu. Naskah kuno juga berisi karya sastra seperti syair, hikayat, legenda dan kitab-kitab.
Naskah Kuno menurut UU RI no. 5 tahun 1992 adalah hasil karangan berupa tulisan-tulisan yang berusia lebih dari 50 tahun.
Contoh naskah kuno adalah kitab Sutasoma dan Negara Kertagama dari kerajaan Majapahit dan kitab Tajussalatina dari kerajaan Melayu.
2. Bangunan
a. Candi
Istilah candi berasal dari salah satu nama Durga ( dewa maut ) yaitu candika, berfungsi untuk memuliakan orang yang telah meninggal. Khususnya para raja-raja dan orang-orang terkemuka.
Beberapa candi peninggalan budaya Hindu-Budha di Indonesia antara lain :
Candi Partibi terletak di daerah Padang Barat, gunung tua di Provinsi Sumatra Utara. Candi ini adalah peninggalan kerajaan Panai tahun 1039.
Candi Muara Takus, terletak di kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Candi ini merupakan tempat pemujaan penganut agama Budha Mahayana. Candi ini di bangun pada masa kerajaan Sriwijaya sekitar abad 9-10 Masehi.
Candi Borobudur terletak di Muntilah , Jawa Timur . Candi ini di bangun di atas bukit dan di kelilingi oleh bukit Manoreh yang membentang dari arah timur ke barat. Candi Borobudur didirikan pada tahun 824 Masehi ( 746 saka ). Candi Borobudur juga merupakan salah satu keajaiban dunia. Seluruh bangunannya memuat banyak relief atau gambaran yang di ukir pada permukaan dinding candi.
Candi Prambanan terletak di kecamatan Prambanan kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini juga di kenal juga dengan candi Roro Jonggrang. Candi ini didirikan pada abad ke-8 yaitu pada masa kerajaan Hindu Mataram. Candi Prambanan merupakan bangunan suci bagi pemeluk agama Hindu Siwa.
Candi Penataran terletak kira-kira 11 km dari kota Blitar, Jawa Timur. Candi ini didirikan pada masa kerajaan Majapahit tahun 135.
b. Benteng
Benteng dibangun sebagai daerah pertahanan atau perlindungan dari musuh. Benteng-benteng di Indonesia merupakan peninggalan zaman kolonial dan ada juga peninggalan Indonesia yaitu sebagai benteng pertahanan melawan penjajah.
Beberapa benteng masih dapat kita lihat hingga sekarang antara lain :
Benteng Marlborough adalah benteng peninggalan Inggris di Provinsi Bengkulu. Didirikan pada masa Gubernur Jendral Inggris yang bernama Rafles pada tahun 1714.
Benteng Fort De Kock terdapat di Bukittinggi, Sumatra Barat. Di bangun pada tahun 1825 oleh kapten Beur, bangsa Belanda. Dibangun dengan tujuan sebagai pertahan Belanda dalam perang Paderi.
Benteng Otanah terdapat di Gorontalo. Merupakan tempat perlindungan raja-raja ketika melawan Belanda dan juga merupakan simbol perlawanan rakyat Gorontalo terhadap penjajahan Belanda.
Benteng Fort Rotterdam terdapat di Makassar. Benteng ini di gunakan sebagai pertahanan Belanda dalam menghadapi perlawanana rakyat Sulawesi Selatan. Sekarang bangunan ini di gunakan sebagai museum tempat penyimpanan koleksi peninggalan sejarah Sulawesi selatan.
c. Masjid
Adanya masjid-masjid ini membuktikan pengaruh Islam sudah ada sejak dahulu. Zaman ini ditantai dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Contohnya kerajaan Samudra Pasai, Aceh, Demak, Banten, dan Ternate.Pada zaman ini banyak di bangun masjid dan makam.
Masjid-masjid peninggalan Islam antara lain :
Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Medan
Masjid Agung Banten
Masjid Demak
Masjid Sultan Suriansyah
d. Monumen
Monumen merupakan bangunan yang mempunyai nilai sejarah sehingga di pelihara dan dilindungi Negara. Monumen biasanya dalam bentuk sebuah
bangunan tugu,tujuannya untuk mengenang peristiwa sejarah yang terjadi didaerah tersebut. Selain itu pembangunan monument tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan pesan dan nilai moral dari suatu peristiwa sejarah kepada generasi berikutnya.
Monumen yang sampai kini masih dapat di kunjungi atau dilihat antara lain :
Monumen Palagan Ambarawa terdapat di Jawa Tengah yang di bangun untuk mengenang perjuangan masyarakat dalam menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia.
Monumen Palagan Bojongkokosan terletak di Sukabumi, Jawa Barat di bangun untuk mengenang perjuangan masyarakat Sukabumi pada tahun 1945 melawan pasukan Inggris yang dinilai mengancam kemerdekaan Indonesia.
Monumen Pancasila Sakti Terletak di Lubang Buaya Jakarta yang di bangun oleh Pemerintah orde baru untuk mengenang peristiwa GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh ) pada tahun 1965. Dinamakan monument Pancasila sakti dengan maksud untuk menunjukkan bahwa Ideologi Negara yang menjadi way of life bangsa Indonesia, yaitu pancasila yang telah menunjukkan kesaktiannya yang mampu mengalahkan ideologi komunis.
e. Keraton
Keraton merupakan Istana kerajaan atau tempat kediaman raja atau ratu. Di Indonesia ada banyak istana yang bernilai sejarah. Misalnya, keraton Yogyakarta, kraton Cirebon, Istana Negara, dan istana Bogor.
f. Benda Arkeologi
Arkeologi merupakan pengkajian tentang kehidupan dan kebudayaan masa lampau ( kuno ) yang didasarkan pada benda peninggalan yang ditemukan. Beberapa hasil temuan penelitian arkeologi pada tahun 1994 di kabupaten Garut, oleh Tim balai Pustaka Bandung diantaranya sebagai berikut :
Batu Pipisan dan Gandhik, ditemukan di desa Cinunuk wanaraja. Benda sejarah ini merupakan benda peninggalan kerajaan sunda kuno.
Punden Berundak pasir Lulumpang, ditemukan di areal perkebunan pohon jati dan palawijaya, wilayah pasir lulumpang kecamatan Banyuresmi. Pada punden berundak juga ada batu lumpang dan menhir. Benda ini merupakan peninggalan tradisi Megalitikum.
Peninggalan sejarah yang berupa benda-benda antara lain :
Fosil adalah sisa tulang berulang manusia dan hewan atau sisa tumbuhan yang telah membatu.Tulang berulang dan sisa-sisa tumbuhan itu berasal dari manusia purba, mereka tertanam di dalam lapisan tanah. Pada umumnya fosil-fosil berumur jutaan tahun. Pada tahun 1891 Eugene Dubois berhasil menemukan fosil tengkorak pithecanthropus Erektus di daerah Trinil, Jawa Timur.
Artefak adalah benda yang dibuat manusia purba seperti alat-alat rumah tangga, perhiasan senjata dan sebagainya.
Patung adalah benda tiruan bentuk manusia, binatang dan sebagainya yang di pahat. Pada zaman dulu orang membuat patung untuk mengenang orang penting yang sudah meninggal. Adapula patung yang perwujudan dari para dewa diajaran Hindu-Budha. Patung-patung itu terbuat dari batu, perunggu, atau bahkan emas.
Contoh patung kendedes atau Prajna Paramita dan patung Roro Jonggarang di candi Prambanan.
3. Ciri-Ciri Peninggalan Sejarah
Perkembangan sejarah suatu bangsa dapat di klasifikasikan bedasarkan periode atau masa. Perkembangan sejarah Indonesia yang terdiri dari :
Zaman Batu, pada zaman ini kehidupan manusia masih sangat sederhana peralatan yang digunakan kebanyakan dari batu.
Zaman Logam, Lama kelamaan kehidupan manusia mengalami kemajuan mereka telah mengenal logam, seperti perunggu besi, emas,dan perak berhasil mereka gunakan untuk di jadikan peralatan. Benda-benda peninggalan prasejarah yang terbuat dari besi di Indonesia tidak banyak ditemukan, hal ini kemungkinan besar disebabkan telah hancurnya besi karena karat.
Zaman Perunggu, pada masa ini manusia telah mampu membuat peralatan dari perunggu yang terbuat dari hasil campuran antara tembaga dan timah, peralatan ini sifatnya lebih keras dari pada tembaga dan bentuknya sudah lebih halus.
Zaman Hindu-Budha, pada masa ini pengaruh Hindu-Budha mulai dikenal masyarakat kemudian mengenal bentuk-bentuk kerajaan dan sistem pemerintahan.
Zaman Islam, pada masa ini pengaruh islam telah dirasakan kehidupan masyarakat mulai menggunakan cara-cara Islam.
Zaman Kolonial, kedatangan Bangsa-Bangsa Kolonial Eropa dan Jepang telah meninggalkan pengaruh dimasyarakat Indonesia bahasa, pakaian,dan pendidikan. Pada zaman ini di Indonesia diwarnai perjuangan dan perlawanan melawan penjajah. Pada zaman ini banyak di bangun benteng.
Zaman Indonesia Modern, zaman setelah merdeka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar