
FDA “PA” : FORUM DISKUSI & KAJIAN “PERADILAN 08”
Sikap Kritis yang Tergerus…
Budaya Intelektual yang Hilang
Ketika kampus hanya menjadi ruang-ruang pertemuan yang kaku antara mahasiswa dan dosen, maka yang tertinggal hanyalah kehampaan Intelektual. Kampus hanya menjadi tempat persinggahan bagi para mahasiswa untuk mendapatkan secarik kertas yang disebut ijazah, IPK (membentuk manusia Indeks), dan gelar sarjana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ketika masuk dalam arena kehidupan nyata. Hah.. begitu lucunya kondisi pendidikan di republik ini. Sikap kritis yang berganti sikap Pragmatis & Arogansi yang tak jelas tujuannya, terlebih lagi lahirnya manusia-manusia individualis di tengah sombongnya gedung-gedung megah nan elite kampus-kampus di republik ini. Inilah sebua ironi bagi bangsa yang miskin, ketika generasi mudanya terserang penyakit kronis yaitu proses pembodohan & kemalasan akut dengan sikap penakut dan anti perlawanan akut untuk perubahan. Sikap yang terbentuk secara sistematis melalui sistem pendidikan resmi republik ini yang terkontaminasi oleh sistem kaum kapitalis, kaum zionis, dan kaum borjuis. Ha..ha.. mungkinlah ini sebuah tuduhan yang tak beralasan bagi sistem yang kita anggab baik. Tapi, lihatlah berjuta-juta sarjana yang menjadi pengangguran, sangat tragis bagi bangsa yang lahir dari perjuangan yang berdarah-darah. Perjuangan para pahlawan kemerdekaan untuk mewujudkan republik yang makmur lagi cerdas (tidak bodoh lagi dan tidak dijajah lagi) hanya menghasilkan republik yang masih menjadi budak kapitalis dan penuh dengan pejabat korup..!!. Begitu memprihatinkan kondisi bangsa ini, semua energi bangsa ini terkuras oleh bencana tsunami mentawai, banjir bandang wasior, dan yang terakhir letusan gunung merapi yang semuanya banyak memakan korban jiwa, rakyat jelata. Tapi, itu hanyalah bencana kecil dari bangsa yang mengaku besar. Bencana yang sangat besar sudah terlalu sering terjadi yaitu, bencana KORUPSI (hilangnya malu dan keberanian) dari penerus negeri ini, bencana hilangnya keadilan dan HUKUM rusak yang mampu dijual beli, makelar kasus (markus), KEMISKINAN & KEBODOHAN terjadi dimana-mana, bobroknya Moral dan nilai-nilai kearifan yang diwarisi nenek moyang kita. Dan bangsa ini sudah kehilangan para pemuda dan kaum terpelajar yang punya nyali dan keberanian untuk melakukan perlawanan serta perubahan terhadap keadaan ini. Lihatlah kaum yang mengaku Intelektual, yang mengenakan JAS Safari warna-warni Kapitalis sedang asik ONANI dengan film Bokep kesukaannya, menninggalkan segala fungsi & tanggung jawabnya. Lihatlah pemuda-pemudi bangsa ini asyik berZINA di kost-kosan dengan alasan Cinta Cengengnya.. hah..!! Cobalah bayangkan, akan seperti apa bangsa ini kedepannya..?! Mudah-mudahan Tuhan BUTA dan TULI, hingga kita bisa menikmati keimanan kita tanpa ragu. Lalu kelompok-kelompok yang mengaku kaum beragama hari ini menjadi sangat eksklusif, para pendidik di negeri ini sepertinya lupa akan suatu hal yang penting untuk diajarkan yaitu “Keberanian & Kesederhanaan” dan kita sudah jauh melupakan kebersamaan dalam persatuan. Pejabat, Pemimpin, Penguasa, Pengusaha, Penjahat, Perampok, Penipu, Penakut, menjadi satu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar